Ayah Kandung Tega Racuni Anak Kandung Usia 14 Bulan


Ims2003.org – Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria yang bernama Taufik (27) yang merupakan pelaku pembunuhan yang dilakukan terhadap anak kanungnya sendiri. Anaknya yang telah dengan teganya dihabisi dengan teganya oleh seorang ayah. Balita tersebut bernama Kaisar Alfikar.

Korban yang masih berusia baru 14 bulan tersebut diketahui tewas lantaran diracun oleh ayah kandungnya sendiri. Personel Polres Cirebon dijadwalkan menjemput Taufik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Cirebon, Selasa (9/1/2018).

Jika dinilai dari segi medis, pelaku saat ini sudah memperlihatkan keadaannya semakin membaik. Pelaku memang sebelumnya sempat menjalani sebuah perawatan endoskopi di RSUD Waled. Dari hasil pemeriksaan endoskopi telah menyatakan jika Taufik diizinkan untuk menjalani proses pemeriksaan secara hukum. “Sore ini kita akan jemput pelaku di RSUD Waled guna pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya kita sudah memeriksa enam saksi dan menyita alat bukti,” kata Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Reza Arifian saat ditemui di kantor Panwaslu Kabupaten Cirebon.

Reza mengatakan keenam saksi yang diperiksa penyidik menunjukkan adanya fakta-fakta pembunuhan dan percobaan bunuh diri yang dilakukan Taufik. Polres Cirebon telah menggelar olah TKP.

“Hasilnya memang ada fakta bahwa pelaku telah menuangkan racun ke susu yang diminum anaknya. Alat buktinya sudah kita sita,” ujar Reza.

Dirinya juga sempat menambahkan rencananya pada Jumat (12/1/2018) penyidik bakal mendengar keterangan Karis (18), istri pelaku yang juga merupakan ibu kandung Kaisar Alfikar. “Motifnya itu, terkahir pelaku dengan istrinya ini cekcok. Kemudian pelaku emosi dan melakukan hal ini (meracun anaknya),” tutup Reza.

Kaisar Alfikar, bayi berusia 14 bulan, tewas diracun ayah kandungnya, Taufik (27), warga Blok Wage, Desa Babakan Losari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (6/1). Kaisar meninggal saat mendapat perawatan RSUD Waled Kabupaten Cirebon.

Taufik dijerat pasal berlapis, yakni tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perlindungan anak, dan pembunuhan berencana dengan ancaman minimal 15 tahun kurungan penjara dan maksimalnya hukuman mati.