Bocah Dibawah Umur Diperkosa Empat Pemuda Mabuk Miras


Ims2003.org – Dengan melakukan tindakan tidak mengenakkan pada saat tidak sadar karena pengaruh minuman keras (miras) sebanyak empat remaja terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian.

Keempat remaja tersebut melakukan tindakan asusila dengan cara memperkosa seorang bocah yang masih dibawah umur. Pihak kepolisian berhasil menangkap dua pelaku. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

Dua pelaku yang diamankan adalah MK (26, warga Sidotopo) dan MA (18), warga Wonosari. Dua pelaku yang saat ini masih berstatus buron yakni YF (19) dan UM (16), keduanya warga Sidotopo.

“Awal mula kejadiannya sekitar 10 yang lalu, korban ditemukan tanpa busana terbungkus tikar. Kondisinya tak sadarkan diri,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Senin (23/4/2018).

Pihaknya juga menjelaskan jika awal perkenalan mereka diawali dari media sosial. Selanjutnya mereka berjanjian untuk bertemu. Pada saat pertemuan dengan korban, pelaku ternyata membawa ketiga teman lainnya. Keempat pelaku tersebut kemudian memaksa korban ke sebuah areal pemakaman di kawasan Pegirian, Semampir. Di sanalah korban diperkosa.

Sebelumnya, keempat pelaku pesta miras. Rupanya pengaruh alkohol lah yang membuat para pelaku gelap mata dan memperkosa korban. Puas melampiaskan nafsunya, korban ditinggal begitu saja.

“Salah satu dari dua tersangka yang sudah kami amankan yakni MA menyerahkan diri dengan diantar kedua orang tuannya,” kata Agus.

Untuk kedua pelaku lainnya yang masih dalam posisi buron, polisi menghimbau agar segera menyerahkan diri guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terhadap pelaku YF dan UM kami masih melakukan upaya pengejaran. Karena perbuatannya tidak manusiawi karena korban masih di bawah umur. Kami imbau kepada YF dan UM agar menyerahkan diri untuk kami proses secara hukum,” imbau Agus.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua botol miras, satu buah tikar, dan satu buah kaos milik korban.

Atas perbuatannya, empat tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis diantaranya pasal 76 D Jounto pasal 81 ayat (2) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dan juga pasal 285 KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara.