Nekat Lakukan Pencurian Di Toko Kelontong, Tukang Sate Di Kerawang Gagal Mudik Ke Madura


Ims2003.org – Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang sate keliling menjadi tersangka kasus perampokan yang terjadi di KArawang Barat. Tersangka yang biasanya berkeliling di sekitar daerah Sadamalun, Karawang Barat tersebut melakukan sebuah aksi pencurian dan juga ponsel yang merupakan milik dari rekan pedagang yang lainnya.

Pencurian tersebut terpaksa dia lakukan dengan alasan tersangka yang bernama Kacong tersebut mepet membutuhkan biaya sekolah untuk anaknya dan juga untuk biaya mudik lebaran.

“Pelaku sedang kepepet, butuh biaya untuk sekolah anaknya dan persiapan mudik lebaran,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya saat ekspos kasus tersebut di Mapolsek Telukjambe Barat, Kamis (17/5/2018).

Tidak hanya melakukan aksi pencurian saja, pelaku juga dengan tega melakukan aksi pembacokan terhadap korban yang merupakan pemilik dari toko kelontong yang dia curi. Sargun yang menjadi korban terpaksa harus mengalami luka pada bagian pipi, kepala bahu, dan juga lengan dengan bacokan yang dilakukan pelaku secara brutal.

“Luka korban cukup parah hingga 64 jahitan,” ungkap Slamet.

Dalam melancarkan aksi pencurian tersebut, pelaku ternyata melakukan bersama dengan rekannya yang lainnya. Rekan pelaku yang diketahui berinisial EJ saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Insiden kejadian pencurian tersebut berlangsung pada hari Sabtu siang (21/4/2018) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kacong berperan sebagai penjaga dan berdiri diluar, sedangkan EJ yang masuk kedalam toko secara diam-diam. Pada saat itu korban sedang dalam kondisi tertidur pulas dan tidak sadar jika ada pencuri yang masuk mengambil uang dan juga hp miliknya.

Belum sempat melarikan diri, korban keburu memergoki aksinya itu. Sargun lalu mengejar EJ yang mencoba kabur. “Korban sempat berduel dengan kedua pelaku. Tapi akhirnya roboh karena dikeroyok. Korban dibacok bertubi – tubi menggunakan pisau,” tutur Slamet.

Pembacokan dilakukan oleh tersangka Kacong. Dalam melakukan pembacokan itu, ia menggunakan pisau daging. Bentuk pisau itu cukup antik dengan gagang kayu dan sarung kulit. “Pelaku kami tangkap saat berjualan sate di wilayah Telukjambe,” kata Slamet.

Pria asal Kecamatan Bangkalan, Madura itu tak berkutik saat dicokok tim buser. Ia pun mengakui semua perbuatannya. “Saya sedang butuh uang untuk biaya sekolah anak. Buat ongkos mudik lebaran juga. Jadi kami iseng becanda nyolong di warung itu,” kata Kacong kepada wartawan.

Ia pun mengaku telah menganiaya Sargun siang itu. Alasannya karena takut dikeroyok massa jika Sargun berteriak. “Saya takut sama orang itu (korban) karena badannya gede. Kalau kelamaan di situ kami bisa dikeroyok,” tutur Kacong.

Akibat perbuatannya, Kacong dikenai pasal 365 ayat 2 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.