Para Napter Ucap Ikrar Setia NKRI Bersama


Ims2003.org – Pembacaan ikrar setia yang ditujukan kepada NKRI dilakukan di Tenggulun Lamongan dengan peserta dari mntan kombatan dan napi terorisme 9napter) yang datang dari berbagai macam daerah di Indonesia. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian yang juga mantan kombatan, Ali Fauzi, saat Dialog Kebangsaanan, Peresmian, dan Penggunaan Ibadah di Komplek Masjid Baitul Muttaqien Desa Tenggulun, Solokuro. Jumat (21/7/2017).

Para mantan napter yang ikut serta mengikuti acara ini antara lain yakni Kh Ghozali, komandan perampokan Bank CIMB, Rambo yang dua kali masuk penjara karena menembak polisi, Yudi mahasiswa IPDN dan Sofyan penembak polisi yang oleh Ali Fauzi disebut sebagai anggota polisi murtad.

“Ini adalah sebuah upaya merubah mindset perilaku. Dulu berlawanan dengan polisi sekarang berkawan,” katanya.

Dulu mereka ingin meruntuhkan NKRI tapi sekarang ingin bangun NKRI bersama sama. Dalam Narasi ikrar setia yang dibacakan bersama dan dipandu Ali Fauzi, kakak kandung Amrozi itu berbunyi, bersama cegah terorisme, cinta Indonesia, merawat ukhuwah, merajut perdamaian dan hidup Indonesia.

Para mantan napi teroris ini, aku Ali Fauzi, begitu keluar penjara, masih bergabung dengan komunitas lama. Yayasan ini, terang Ali, menjadi bagian dari alternatif pembinaan napiter.

“Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, tidak ada orang jahat yg tidak punya masa depan. Setiap orang punya memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi baik, bagaimanapun masa lalunya, bagaimanapun jahatnya dia, berilah mereka kesempatan untuk berubah,” katanya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Suhardi Alius menyebut program di Tenggulun itu bagian dari upaya untuk menguraikan masalah, kenapa ada masyarakat yang menjadi radikal.

“Pak Deputi 1 Abdul Rahman, saya titip agar bergabung di sini (Tenggulun) dan berikan program-program. Pak Bupati, tolong setiap minggu agar ada dari Dinas Pendidikan untuk hadir di sini, memberikan materi kebangsaan,” pungkas Alius.