Pelaku Pembunuh Supir Go-Car Di Palembang Gunakan Mobil Rampahan Untuk Jalan Dengan Pacarnya


Ims2003.org – Setelah melakukan pembunuhan terhadap seorang sopir Go-Car pelaku dengan santainya masih menggunakan mobil hasil rampasannya tersebut untuk pergi mengajak jalan-jalan pacarnya.

Pelaku yang bernama Tyas Dryantama (19) merupakan salah satu tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan seorang supir Go-Car yang diketahui bernama Tri Wiyantoro (34) di Palembang, Sumatera Selatan.

“Saya lihat foto pelaku yang tersebar di media sosial Facebook dan Instagram. Dalam foto itu menunjukkan kalau mobil adik saya ini dipakai untuk jalan-jalan oleh para pelaku dengan pacarnya. Foto itu kami dapat setelah perampokan,” kata Romawi Adnan, kakak ipar Tri, Senin (2/4/2018).

Pihak keluarga masih bisa mengenali mobil lantaran jiknya yang berwarna merah. Warna jok yang menjadi background foto tersebut sama persis dengan jok mobil Avanza dikendarai Tri sebelum menghilang.

“Kami mengenali dari jok mobil dan juga ada stiker yang ditambahi di belakang body mobil. Itu jelas mobil adik ipar saya, tapi sekarang sudah diganti biar nggak dikenali. Begitu juga dengan plat mobil yang awalnya plat Sumsel menjadi plat Lampung,” ujar Romawi.

Hingga akhirnya Tyas, menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Sabtu (31/3). Kepada polisi Tyas mengaku masih menjalani aktivitas sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya usai menghabisi nyawa Tri.

“Saya tetap kuliah seperti biasa setelah kejadian. Bahkan sebelum menyerahkan diri pada Sabtu (31/3) malam, saya juga masih kuliah siangnya. Pulang kuliah baru saya sampaikan sama orang tua untuk menyerahkan diri karena baca berita dan ketakutan,” jelas Tyas saat diperiksa oleh penyidik Subdit Jatanras di Mapolda Sumsel, kemarin.

Selain itu, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan dua orang tersangka yang lainnya, yakni Poiman dan Bayu Irwansyah di Palembang dan Banyuasin pada Kamis (29/3) malam. Namun sayang, Poiman ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. Sementara satu pelaku lain, Hengki Sulaiman (21) saat ini masih buron.

“Saya sebenarnya takut ditembak seperti Poiman. Tetapi sebelum Poiman dan Bayu ditangkap, saya sudah mau nyerah karena terus dihantui rasa takut. Bahkan saya sudah sampaikan sama teman di kampus kalau saya pelaku pembunuhan sopir Go-Car,” terang Tyas.