Penambangan Galian C Sirtu Di Boyolali Dihentikan Lantaran Tidak Adanya Ijin Resmi


Ims2003.org – Pihak kepolisian Boyolali berhasil menindak sebuah penambangan yang dilakukan tanpa adanya ijin resmi. Sebanyak lima orang saat ini telah diamankan yang sekaligus telah ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu tersangka yang telah ditahan yakni bernama Widodo (45), yang berperan sebagai pengelola penambangan pasir dan batu (Sirtu) tersebut. Sedangkan keempat tersangka lainnya masih dibebaskan dan masih harus tetap melakukan wajib lapor.

“Pelaku ditahan,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Rabu (14/3/2018).

Galian C sirtu (pasir batu) yang digerebek tersebut berlokasi di Dukuh Candirejo, Desa Candi Gatak, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan dengan leporan yang diterima oleh warga sekitar.

Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penindakan dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan tindak penyelidikan. Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, diketahui lokasi pertambangan tersebut tidak dilengkapi perizinan sesuai aturan yang ada. Saat digrebek pihak pengelola juga tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan.

“Saat kami tangkap, mereka sedang istirahat makan siang,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budianto.

Selain itu, pihaknya juga berhasil menyita beberapa barang bukti yakni satu unit ekskavator, satu ayakan pasir, satu bendel nota penjualan material yang sudah terpakai, empat bendel nota kosong, dua buku rekapan penjualan material dan uang tunai Rp 2,1 juta.

Dari lima orang yang diamankan tersebut, setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, satu orang yang pengelola atau koordinator penambangan bernama Widodo, ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga ditahan di Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut.

“Kami juga memintai keterangan dua orang operator ekskavator dan helper serta dua orang pemegang DO,” imbuh Willy.

Pihaknya juga menuturkan terkait dengan aktivitas penambangan ilegal tersebut melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Dalam Pasal 158, disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP) maka akan dipidana dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.