Penolakan Lima hari Sekolah Di Blitar


Ims2003.org – Wacana tentang adanya rencana lima hari sekolah banyak menuai pro dan kontra di kalangan para masyarakat. Salah satu yang tidak setuju dengan adanya rencana lima hari sekolah yakni Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Saifulloh Yusuf bahkan ikut mencoretkan tanda tangannya di Penolakan lima hari sekolah yang diadakan oleh Nahdatul Ulama (NU) Blitar. Pelaksanaan penanda tanganan setelah acara halal bihalal selesai diadakan di Ponpes Mamba’us Sholihin di Desa Sumber, Sanankulon Kab Blitar.

“Gubernur Jatim sudah berkirim surat kepada Mendikbud dan juga semua bupati dan walikota di Jatim untuk tidak menerapkan dulu pelaksanaan lima hari sekolah ini ,” kata Gus Ipul, Jumat (21/7/2017).

Menurut Gus Ipul, saat ini sudah banyak sekolah yang menerapkan full day school (FDS), boarding school, dan reguler. “Pondok pesantren itu khan boarding school. Kalau sudah mampu gak masalah. Tapi jangan memaksa yang reguler lalu menjadi full day school. Daripada gak karuan dan gak efektif belajarnya ,” jelasnya.

Terkait sudah banyak sekolah yang sudah menerapkan full day school, menurut Gus Ipul, tergantung kesiapan masing-masing sekolah. Jika memang sudah siap dan tidak ada kendala, penerapan FSD bisa dijalankan.

“Kita lihat dulu, apakah sudah siap atau belum. Tidak bisa semua daerah disamakan penerapannya ,” jelas Gus Ipul.

Selama ini, lanjutnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk pendidikan Diniyah. Diharapkan dengan pendidikan Diniyah bisa memperkuat kualitas keimanan para siswa. Namun dengan penerapan lima hari sekolah ini, secara tak langsung akan menghentikan pelaksanaan pendidikan Diniyah karena berbenturan waktunya.