Penyegelan Satu TPS Di Cirebon Sudah Dilakukan KLHK


Ims2003.org – Satu lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di daerah Cirebon terpaksa harus di segel oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penyegelan tersebut dilakukan lantaran ditemukan begitu parahnya tumpukan limbah alat medis. Tujuan penyegelan TPS tersebut tak lain hanya untuk agar status TPS liar menjadi status quo, sehingga mempermudah penyelidikan yang dilakoni KLHK.

Aparat keamanan dan KLHK telah berjanji akan segera menindak tegas terhadap beberapa pihak yang terbukti terlibat dalam kasus limbah medis yang ada di Cirebon. Hal tersebut akan termasuk dengan kalau ada aparat keamanan yang ikut terlibat juga dalam usaha pengolahan limbah medis rumah sakit ini.

“Kalau ada oknum aparat TNI yang terlibat saya kira kami akan tegas menindak itu,” kata Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Irwan Budiana usai menyegel TPS liar, Minggu (10/12).

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo pada waktu ini telah fokus terhadap persoalan lingkungan. Anggota TNI juga telah berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan sekitar. Risto siap menindak tegas jika ada keterlibatan oknum polisi dalam persoalan limbah medis di Cirebon.

“Kalau ada oknum polisi yang terlibat, maka Propam yang tangani. Semuanya sudah kita atur,” ucap Risto.

Kepala Balai Penanganan dan Penegakan Hukum (Gakum) KLHK Jawa Bali Nusatenggara (Jabalnusra) Benny Bastiawan tak menampik penyegelan tersebut bisa mengarah ke tempat usaha rongsok yang mengolah limbah medis.

“Bisa saja, tergantung pengembangannya bagaimana. Di Cirebon itu hanya rumah sakit yang sudah bisa mengelola limbah B3, selain itu belum ada. Mengolah limbah medis itu harus ada izinnya,” ucapnya.

Benny menegaskan limbah medis tidak boleh dikelola kendati menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Jika ada tempat usaha rongsok yang mengelola limbah medis maka pihaknya akan melakukan penutupan. “Kalau terbukti ada kita akan tutup dan pidanakan,” kata Benny.