Ratusan IRT Mlakukan Demo Tolak Perluasan Pembangunan Pabrik Di Mojokerto


Ims2003.org – Terkait adanya rencana pembangunan untuk memperluas lahan Pabrik tempat pengolahan limbah B3 yang sedang dalam proses di Mojokerto mengundang aksi ratusan ibu-ibu untuk berunjuk rasa. Para ibu-ibu yang merupakan warga desa Lakardowo, Jetis, berunjuk rasa langsung di depan kantor Bupati Mojokerto.

Mereka menyampaikan rasa kekecewaannya terkait pembangunan perluasan pabrik pengolahan limbah B3 yang diduga belum mempunyai izin dan membongkar penimbunan limbah B3 di pabrik. Dari mulai pukul 09.00 WIB pagi, massa menggelar orasi sembari membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan. Puluhan polwan dan polki menjaga ketat aksi mereka.

Tokoh masyarakat Desa Lakardowo Abdul Ghofur yang mengawal aksi ini mengatakan, pabrik pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 PT PRIA yang berdiri di kampungnya, diduga melakukan perluasan tanpa izin. Jika sebelumnya area pabrik 3 hektare, kini menjadi 10 hektare.

“Amdal perluasan kami cek ke perizinan dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) belum ada, tapi sudah dibangun gudang besar,” kata Ghofur, Kamis (7/9/2017).

Selain persoalan itu, lanjut Ghofur, warga juga menuntut pemerintah membongkar limbah B3 yang diduga ditimbun oleh PT PRIA di bawah pabrik. Menurut dia, penimbunan itu diduga dilakukan manajemen sebelum pabrik dibangun. Pihaknya menuding pengujian pencemaran yang telah dilakukan DLH maupun Kementerian Lingkungah Hidup tak transparan.

“Timbunan limbah B3 itu membuat sumber mata air warga tercemar. Ratusan warga terutama anak-anak kena gatal-gatal,” ujarnya.

Salah seorang peserta demo Fatimah (40) mengaku sumur di rumahnya terpapar limbah B3 dari PT PRIA. Akibatnya, sang suami menderita gatal-gatal di leher dan tangan. Namun, dirinya dan lima orang anaknya tak mengalami gejala yang sama.

“Sekarang ini saya tak berani menggunakan air sumur untuk minum, terpaksa harus beli air,” ungkapnya.

Hingga pukul 11.00 Wib, massa masih bertahan di depan kantor Bupati Mojokerto. Massa menolak dimediasi oleh asisten bupati lantaran selalu tak membuahkan hasil. Ratusan ibu-ibu rumah tangga itu memilih menunggu ditemui Bupati Mustofa Kamal Pasa sembari menggelar istighosah.

Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur PT PRIA Luluk menuturkan, perluasan yang dilakukan sudah mengantongi izin. “Izin perluasan sudah ada, itu hanya kami fungsikan sebagai gudang,” cetusnya.

Sementara soal penimbunan limbah B3, menurut Luluk, itu persoalan yang sudah selesai di meja pengadilan. “Kami kan sudah menang gugatan di PTUN soal itu,” tandasnya.