Sejumlah Karaoke Di Garut Terpaksa Harus Tutup


Ims2003.org – Terkait dengan kasus yang menewaskan satu orang Pemandu Lagu (PL) yang kemarin terjadi, Pemerintah Kabupaten Garut telah merencanakan untuk menutup sejumlah tempat karaoke yang ada di Garut.

Insiden yang meneaskan pemandu lagu (PL) tersebut kemarin terjadi di Milan Karaoke, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tarogong Kidul, Senin (2/10) lalu. “Kami sudah minta dari dulu (karaoke ditutup), sudah sepakat (untuk ditutup). Apalagi kan ada Perda Antimaksiat,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Dewi Sartika, Garut Kota, Garut, Jumat (6/10).

Pihaknya menuturkan, rencana yang nantinya akan dilaksanakan tersebut dilakukan lantaran oleh banyaknya dampak negatif dari tempat karaoke. Ditambah lagi karena ditempat karaoke sudah pasti menjual minuman keras.

Tidak hanya satu dua pemilik tempat karaoke yang ada di Garut melanggar batas jam operasional yang sudah diperbolehkan Pemkab Garut yaitu hingga pukul 24.00 WIB.

“Berapa sih orang yang keluar malam, enggak terlalu banyak kan. (tempat karaoke) banyak mudaratnya juga,” katanya.

Rudy mengatakan tempat karaoke di Garut tidak memberikan keuntungan. Sesuai Perda No 1 tahun 2016 setiap tempat karaoke di Garut harus membayar pajak sebesar 70 persen. Namun tidak ada satupun yang mematuhi aturan tersebut.

“Enggak ada yang bayar pajak. Mudarat juga, kan engga baik,” pungkasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut Mlenik Maumeriadi akan memberikan sanksi tegas bagi tempat karaoke yang kedapatan menjual minuman keras dan melanggar jam malam yang ditetapkan Pemkab Garut.

“Satpol PP akan menindak tegas pengelola tempat hiburan yang nekat menjual miras. Sanksinya sampai penutupan dan pencabutan izin,” ungkap Mlenik di kantornya, Jalan Pembangunan Tarogong Kidul, Garut, Jumat (6/10). Berdasarkan data Satpol PP ada delapan tempat karaoke yang beroperasi di Garut.