Stok Pangan Di Wonogiri Semakin Menipis Akibat Kemarau


Ims2003.org – Musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kekeringan saat ini sudah terjadi. Beberapa kecamatan yang berada di Kabupaten Wonogiri. Para warga yang berprofesi sebagai petani di Wonogiri tidak bisa memulai masa panen mereka.

Akibat kemarau ini, lahan para petani tidak bisa ditanami padi ataupun ditanami jagung. Dengan keadaan seperti ini berdampak kurangnya stok pangan di Wonogiri semakin menipis.

Namun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan, optimis stok pangan masih mencukupi selama musim kemarau, bahkan hingga akhir tahun. Masyarakat diminta tidak mengkhawatirkan stok pangan.

“Kalau regional kita surplus. Tahun 2016 kita juga surplus beras 154.709 ton. Kalau regional kita cukup, bahkan bisa mengirim ke luar daerah juga,” ujar Safuan, Jumat (15/9/2017).

Memang menurutnya kekeringan membuat stok pangan menipis. Namun berdasarkan data, Wonogiri mampu memproduksi 430 ribu ton gabah kering tiap tahun. Apabila jumlah tersebut terpenuhi, Safuan memastikan stok pangan surplus kembali.

“Kita ada tim SKPG, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi yang memonitor masyarakat. apabila ada informasi stok pangan menipis, itu tim bergerak. Kalau cadangan pangan habis, kita intervensi,” katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, terdapat 37 desa di 8 kecamatan yang dilanda kekeringan. Delapan kecamatan itu adalah Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro, Manyaran, Eromoko, Nguntoronadi dan Selogiri.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, saat ini telah memasuki masa puncak dari kekeringan. Sumber-sumber air kini kapasitasnya semakin menipis.

“Sudah kami lakukan droping air. Tercatat sudah 550 tangki air kami kirimkan. Satu tangki berisi sekitar 5 ribu liter. Namun ini sifatnya penanganan sementara,” tuturnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Bambang mengaku terus melaksanakan program-program strategis. Diharapkan, kekeringan dapat terkendali pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangka panjangnya, kita optimalisasi jaringan perpipaan air, pengambilan air melalui sumur bor. Kita juga berupaya merevitalisasi embung,” ujarnya.