Sumur Di Kediri Mulai Kering Tidak Ada Airnya Sama Sekali


Ims2003.org – Kemarau yang terjadi semakin mengakibatkan kekeringan yang makin parah pada beberapa daerah yang berada di dataran tinggi. Lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Kediri mengalami kekeringan dan mendapatkan air bersih untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Selain debit air tanah menurun, sumur-sumur yang dimiliki warga mulai kering. Salah satu perangkat Desa Pohrubuh, Kecamatan Semen, Wisnu mengaku sejak awal September, warganya kesulitan mendapat air bersih. “Ada 50 hingga 100 KK yang saat ini kesulitan air akibat sumur kering, pakai pompa atau timba tidak bisa,” jelas Wisnu di Kantor Desa Puhrubuh, Senin (25/9/2017).

Padahal, dalam sehari-harinya para warga rata-rata mengandalkan air yang ada di sumur belakang rumah merekamsing-masing. Mulai darikebutuhan untuk memasak, mencuci dan juga minum. “Sejak awal musim kemarau hingga saat ini debet air sumur turun mencapai 3 meter dan kering,” tambah Wisnu.

Warga yang mengalami kesulitan air dikarenakan sumur yang ada pada setiap rumah mereka mengalami kekeringan secara merata. Padahal, jelas dia, kebanyakan warga mengandalkan air sumur untuk keperluan sehari hari. Mulai memasak, mencuci dan minum. “Sejak awal musim kemarau hingga saat ini debet air sumur turun mencapai 3 meter dan kering,” tambah Wisnu.

Dia menambahkan warga yang kesulitan air karena sumurnya kering tersebar merata di tiap dusun. Namun paling banyak ada di Dusun Petuk. Dusun tersebut terletak paling tinggi di antara dusun yang lain. Masing-masing rumah warga membuat sumur dengan kedalaman hingga 24-25 meter. Seorang warga Muji (45) mengaku kesulitan air sudah dialami satu bulan. Warga terpaksa mencari air ke sungai atau mengambil air dari sumur tetangga.

“Warga minta tetangga. Sebagian warga ke sungai untuk minum hewan ternak,” jelas Muji.

Sementara Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini sedang membuat sumur bor berkapasitas banyak di desa ini. Pembuatan sumur bor irigasi ditargetkan rampung tahun ini. Koordinator Proyek Pembuatan Sumur Bor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Apriadi mengaku pembuatan sumur bor irigasi ini dari estimasi kedalaman pengeboran lebih 150 meter, saat ini telah mencapai 103 meter.

“Sejak tiga hari lalu kami menemui kendala adanya bebatuan keras yang sulit dipecahkan. Kondisi tanah di sini bebatuan yang keras.Daerah kaki Gunung Wilis ini berbeda dari daerah lainnya,” jelas Apriadi.