Tujuh Anggota Geng Motor Menangis Di Kantor Polisi Bandung


Ims2003.org – Tujuh orang pria yang merupakan para anggota dari geng motor berhasil ditangkap di Bandung. Saat ini ketujuh anggota geng motor sudah berada di kantor polisi dan mereka sedang berlinang air mata.

Ketujuh pemuda yang ditangkap itu ialah Tantra Wilantara (26), Jejen Jalaludin (23), Dezar Miftah (22), Asep Deni (20), Hendi Candra (19), Andi Maulana (19) dan remaja berinisial FR (14).

Semua tersangka terseut berhasil diamankan pada saat sedang melakukan penyerangan terhadap geng motor yang lainnya. Mereka telah terbukti membawa senjata tajam. Ketujuh tersanggka saat ini sedangg berbaris berjejer di aula Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung pada Senin (4/6/2018). Dari tujuh orang tersebut, salah satunya yakni FR memakai penutup kepala atau sebo.

Enam pemuda lainnya tampak tak mengenakan sebo. Mereka berusaha menyembunyikan wajahnya di balik kerah baju tahanan. Terlihat mata dari beberapa pemuda tersebut memerah sambil sesekali air mata keluar.

Salahsatu pelaku, Tantra, mengaku bukan anggota geng motor. “Saya warga setempat pak,” kata pria berambut setengah pirang ini sambil tersedu-sedu.

Pemuda lain, Jejen juga tak mengakui dirinya anggota geng motor. Pemudan itu juga mengaku sedang berjaga-jaga di daerahnya.

“Saya cuma jaga-jaga saja, tahu-tahu ditangkap,” tuturnya.

Ketujuh pemuda yang merupakan anggota geng motor Brigez tersebut ditangkap polisi pada Minggu (3/6) di Jalan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Mereka ditangkap saat berkumpul dalam rangka menyerang geng motor XTC.

“Jajaran Polsek Panyileukan dibekup Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap dan menggagalkan geng motor Brigez yang mau menyerang geng motor XTC. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan senjata tajam,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

“Jajaran Polsek Panyileukan dibekup Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap dan menggagalkan geng motor Brigez yang mau menyerang geng motor XTC. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan senjata tajam,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

Kini ketujuh pemuda tersebut harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Panyileukan. Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman 12 tahun bui.

“Sekarang akan kita proses lebih lanjut. Tidak ada penangguhan, mereka semua diproses,” tandas Hendro.