Untuk Kedua Kalinya Tempat Produksi Jamu Ilegal Di Cilacap Di Gerebek BPOM Semarang


Ims2003.org – Masyarakat yang menjadi pelaku pembuatan jamu ilegal masih belum merasa jera dengan tindakan yang hingga saat ini masih saja melakukan produksi jamu. Para pelaku memproduksi jamu ilegal ini dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang diketahui sangat membahayakan tubuh jika terus menerus dikonsumsi.

Sebelumnya, tempat yang dijadkan sebagai tempat produksi jamu ilegal telah digerebek dan juga telah menjalani pembinaan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang. Dan akhirnya pihak dari BPOM Semarang kembali mendatangi tempat tersebut guna melakukan tindak penggerebekan untuk kedua kalinya.

Lokasi penggerebekan tempat dimana jamu tersebut bertempat di Grumbul Bayeman Kidul RT 5 RW 3, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap. Para petugas berhasil mengamankan sedikitnya 12 jenis jamu dengan berbagai merek seperti Pusaka Daya, Obat Kuat Metal Caps Kuda Liar, Langgeng, Obat Tradisional Lega Nafas Sinar Serambi, Langsing Singset, Batuk Pilek tanpa izin produksi dan ijin edar dengan jumlah 2.500 kotak, 6.050 sachet dan 240 renteng jamu ilegal tanpa izin produksi serta ijin edar.

Tidak hanya itu saja yang berhasil disita oleh petugas, empat mesin yang digunakan untuk alat memproduksi jamu juga turut diamankan petugas.
“Saat di gerebek sedang melakukan produksi. Jadi ini pengembangan dari temuan kami di Tegal sebagai distribusi obat tradisional ditemukan obat-obat di jamu-jamu ini, maka kami kembangkan karena asalnya memang dari sini. Kami curiga ada BKO-nya,” kata Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati yang memimpin jalannya penggerebekan, Kamis (9/4/2018).

Pada saat dilakukan penggerebekan untuk yang kali kedua ini, para petugas tidak berhasil menemukan bukti bahan pembuatan jamu yang mengandung BKO. Para petugas hanya berhasil mengamankan serbuk yang telah dimasukkan dalam kemasan yang dilakukan oleh 12 karyawannya.

“Jadi asal usul bahannya masih kita telusuri. Karena modusnya sekarang kontrak rumah warga dijadikan sebagai tempat produksi, supaya sulit ditelusuri,” ujarnya.

Pihaknya juga menuturkan jika sang pemilik tempat produksi jamu ilegal tersebut berinisial MJ (40). Pelaku pembuat jamu ilegal ini sudah pernah ditangkap dan dilakukan pembinaan. Namun sepertinya pelaku tidak juga jera dan masih melakukan kegiatan serupa.

“Pelakunya dulu pernah melanggar juga. Tapi sudah pernah juga mengikuti pembinaan dan sepertinya juga tidak jera,” katanya.

Dia mengakui jika memang sejak dulu Cilacap dikenal sebagai wilayah yang banyak obat tradisional atau jamu dengan ditambahkan obat, meskipun sekarang sebenarnya sudah jauh berkurang dibandingkan dulu.

“Sampai sekarang masih ada, selama masyarakat belum teredukasi dan masyarakat inginnya mendapatkan jamu yang langsung sembuh. Makanya harus diedukasi terus ke masyarakat, kalau jamu itu tidak ada yang bisa langsung menyembuhkan. Jamu itu untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh, tapi bukan untuk mengobati penyakit,” ujarnya.